Jauh melangkah meniti waktu berlalu Jauh berjalan lewati berjuta warna kehidupan Tanpa sadari dalam cermin wajah ini Bertambah umurku dalam hidup yang semakin merapuh
Allah bukalah hatiku bimbing dijalan terang-Mu Selamatkan jiwa yang gelap dalam cahaya rahmat-Mu Allah Kau Maha Cahaya beri petunjuk sang jiwa Ampuni diri yang lelah kadang sesat ku melangkah
Allah sang Maha Cahaya menerangi gelap jiwa Allah sang Maha Penguasa padanya hati berserah
Begitu lirih tanpa sadar air mata menjadi saksi banyak waktu sia-sia Tanpa sadari dalam cermin wajah ini Bertambah umrku dalam hidup yang semakin merapuh
Allah bukalah hatiku bimbing dijalan terang-Mu Selamatkan jiwa yang gelap dalam cahaya rahmat-Mu Allah Kau Maha Cahaya beri petunjuk sang jiwa Ampuni diri yang lelah kadang sesat ku melangkah
Allahhu Allah 2x
Allah terangi jiwaku Allah beri petunjukmu
Allahhu Allah 2x
Allah bimbinglah hamba-Mu Allah ampunilah aku
Allah sang Maha Cahaya menerangi gelap jiwa Allah sang Maha Penguasa padanya hati berserah
Jauh melangkah berharap hidup tak sia-sia Jauh berjalan harapanku dapat ampunan
Semua lagu opick dalem bgt maknanya terasa sampai kehati i like this dweh pokoknya,,lagu religi islami opick bgt gthu..
1 buah jagung manis, disisir 2 butir telur, kocok lepas 2 buah cabai hijau besar, di iris serong 2 buah cabe merah, di iris serong 20 gram kol, di iris tipis 2 siung bawang merah, di iris tipis/dihaluskan 2 siung bawang putih, di iris tipis/dihaluskan garam, gula, lada bubuk,kaldu bubuk secukupnya 2 sdm minyak/margarin
Cara Membuat :
Panaskan minyak/margarin dengan api sedang, tumis bw merah&bw putih hingga wangi
Masukan cabai hijau, cabe merah, jagung masak hingga layu ± 2 menit, masukkan telur aduk rata hingga matang
beri garam/gula/lada bubuk/kaldu bubuk secukupnya
Hidangkan selagi hangat, untuk 2 orang
Uraian :
dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Jagung
Kandungan gizi
Biji jagung kaya akan karbohidrat. Sebagian besar berada pada endospermium. Kandungan karbohidrat dapat mencapai 80% dari seluruh bahan kering biji. Karbohidrat dalam bentuk pati umumnya berupa campuran amilosa dan amilopektin. Pada jagung ketan, sebagian besar atau seluruh patinya merupakan amilopektin. Perbedaan ini tidak banyak berpengaruh pada kandungan gizi, tetapi lebih berarti dalam pengolahan sebagai bahan pangan. Jagung manis tidak mampu memproduksi pati sehingga bijinya terasa lebih manis ketika masih muda.
Kandungan gizi Jagung per 100 gram bahan adalah:
Kalori : 355 Kalori
Protein : 9,2 gr
Lemak : 3,9 gr
Karbohidrat : 73,7 gr
Kalsium : 10 mg
Fosfor : 256 mg
Ferrum : 2,4 mg
Vitamin A : 510 SI
Vitamin B1 : 0,38 mg
Air : 12 gr
Dan bagian yang dapat dimakan 90 %.
Untuk ukuran yang sama, meski jagung mempunyai kandungan karbohidrat yang lebih rendah, namum mempunyai kandungan protein yang lebih banyak.
Pemanfaatan
Selain sebagai bahan pangan dan bahan baku pakan, saat ini jagung juga dijadikan sebagai sumber energi alternatif. Lebih dari itu, saripati jagung dapat diubah menjadi polimer sebagai bahan campuran pengganti fungsi utama plastik. Salah satu perusahaan di Jepang telah mencampur polimer jagung dan plastik menjadi bahan baku casing komputer yang siap dipasarkan.
Bahan : 1 ikat bayam, disiangi 1 buah jagung manis, dambil pipilnya atau dipotong bulat 1 buah tomat, dipotong kotak 2 butir bawang merah, di iris tipis atau dihaluskan 1 butir bawang putih, di iris tipis atau dihaluskan 2 cm kunci, dimemarkan 1 lembar daun salam gula dan garam sesuai dengan selera 600 cc air
Kita tidak diperbolehkan untuk memanaskan sayur bayam??Yuk cari tahu..
Bayam mengandung zat besi yang berupa Fe2+ (ferro). Kalau dia terlalu lama kontak dengan O2 (oksigen dari udara), Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ (ferri). Meski sama-sama zat besi, yang berguna bagi kita adalah ferro. Sedangkan ferri bersifat toxid pada bayam. Jadi, jika bayam dipanasi, akan berlaku oksidasi tersebut. Maka dari itu kita tidak diperbolehkan untuk memanaskan kembali sayur bayam.
Jangan pernah mengonsumsi bayam lebih dari 6 jam Bayam juga mengandung zat Nitrat (NO3). Kalau teroksidasi oleh udara, maka akan menjadi NO2 (nitrit). Nitrit adalah senyawa yang tidak berwarna, tidak berbau, dan bersifat racun bagi tubuh manusia.
Menurut John S Wishnok, bayam segar yang baru dicabut dari persemaiannya telah mengandung senyawa nitrit kira-kira sebanyak 5 mg/kg. Bila bayam disimpan di lemari es selama 2 minggu, kadar nitrit akan meningkat sampai 300 mg/kg. Dengan kata lain, dalam 1 hari penyimpanan, senyawa nitrit akan meningkat 21 mg/kg (7%).
Efek toksik (meracuni tubuh) yang ditimbulkan oleh Nitrit bermula dari reaksi oksidasi Nitrit dengan zat besi dalam sel darah merah, tepatnya di dalam Hemoglobin (Hb). Telah kita ketahui bahwa salah satu tugas hemoglobin adalah mengikat oksigen untuk disalurkan ke seluruh organ tubuh. Ikatan nitrit dengan hemoglobin, disebut Methemoglobin, mengakibatkan hemoglobin tidak mampu mengikat oksigen. Jika jumlah methemoglobin mencapai lebih dari 15% dari total hemoglobin, maka akan terjadi keadaan yang disebut Sianosis, yaitu suatu keadaan dimana seluruh jaringan tubuh manusia kekurangan oksigen. Jika hal ini terjadi pada bayi dikenal dengan nama “Blue Baby”.
Efek toksik lainnya adalah kemampuan nitrit bereaksi dengan Amino sekunder dapat membentuk senyawa yang dapat menyebabkan kanker.
Jangan masak bayam pake panci alumunium bisa bereaksi dengan zat besi yang ada di bayam, dan... jadi racun
Tips mengkonsumsi bayam * Pilih bayam yang baru dipetik dan masih segar * Hendaknya langsung diolah setelah mendapatkan bayam segar * Jangan terlalu lama disimpan dalam lemari es
Jadi takut mengonsumsi bayam?? JANGAN... soalnya, kandungan nutrisinya sangat bagus. Bahkan, bayam disebut sebagai King of Vegetables.
Seorang anak laki-laki umur 6 tahun merupakan anak ketiga dari seorang buruh pabrik, BB 10,6 kg, TB 99 cm, menurut ibunya sejak 6 bulan yang lalu sering terserang demam, tidak dibawa ke dokter tapi hanya diberi obat penurun panas.
Imunisasi yang diberikan sudah lengkap kecuali BCG. Anak ini tinggal dirumah kontrakan yang salah satu anak pemilik rumah tersebut menderita TBC.
Dua minggu yang lalu anak tersebut panas tinggi, dibawa ke dokter dan disarankan untuk dirawat di RS.
Ayahnya berpenghasilan Rp 350.000 per bulan, keadaan rumah berada di pemukiman kumuh dekat tempat sampah yang tidak mempunyai ventilasi dan jendela jarang dibuka.
Kesimpulan : Berdasarkan pemeriksaan rontgen An.X menderita TBC.
II.4Data Klinis
·Tensi : Tidak ada
·Suhu : Tidak ada
·Nadi : Tidak ada
Kesimpulan : Tidak ada
II.5Data Laboratorium
Jenis pemeriksaan
Hasil
Nilai Normal
Keterangan
Hb
10 g/dl
13 – 16 g/dl
Rendah
Albumin
3,5 g/ dl
4 – 5,2 g/ dl
Rendah
Globulin
3,5 g/ dl
1,3 – 2,7 g/ dl
Tinggi
Total protein
7,5 g/ dl
6 – 7,8 g/ dl
Normal
Alkali phospat
11,6 unit
80 – 306 unit
Rendah
Kolesterol
322 mg/dl
<>
Tinggi
Kreatinin
0,62 mg/ dl
<>
Normal
Kesimpulan : Berdasarkan data diatas menunjukkan anemia, hipoalbuminemia, hiperkolesterolemia.
II.6Data Personal
·Keluhan
muntah-muntah, sesak nafas
·Riwayat Penyakit Dahulu
î6 bln yang lalu sering terserang demam tidak dibawa ke dokter tapi hanya diberi obat penurun panas.
îDua minggu yang lalu anak tersebut panas tinggi, dibawa ke dokter dan disarankan untuk dirawat di RS.
·Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada
·Riwayat Sosial Ekonomi
Ayahnya bekerja sebagai buruh pabrik berpenghasilan Rp 350.000 perbulan, tinggal di rumah kontrakan.
·Lingkungan
Di pemukiman kumuh dekat tempat sampah yang tidak mempunyai ventilasi dan jendela jarang dibuka. Anak ini tinggal dirumah kontrakan yang salah satu anak pemilik rumah menderita TBC.
II.7 Data Therapy
·Infus/parenteral
Tidak ada
·Therapy diet yang pernah diterima
Belum pernah diberikan terapi diet
·Obat
îStretomicin, INH, ripadus, etibi, prednisone.
îImunisasi yang diberikan sudah lengkap kecuali BCG.
IIDIAGNOSIS
II.1Diagnosis Penyakit
Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan pasien didiagnosis mengalami TBC dan KEP.
II.2Diagnosis Gizi
Domain Intake
Problem
Etiologi
Symptom
NI – 1.1
Hypermetabolisme
·Infeksi kuman Mycobcterium tuberculosis
·Demam
·Kondisi dengan diagnosis TBC
NI – 1.4
Kekurangan intake energi
·Kekurangan masupan makanan/ zat gizi
·Penurunan BB
BB aktual 10,6 kg → BBI 20 kg
NI – 2.1
Kekurangan intake makanan dan minuman oral
·Kurangnya kemampuan memenuhi bahan makanan karena keterbatasan prekonomian
·Intake energi tidak mencukupi/ kurang intake protein kualitas tinggi dari makanan dibandingkan dengan standart kebutuhan
·Keterbatasan masalah ekonomi sehingga terbatasnya ketersediaan makanan
·Kondisi dengan diagnosis TBC
NI – 5.2
Malnutrisi protein energi yang nyata
·Kekurangan dlm mendapatkan makanan karena keterbatasan prekonomian
·Albumin 3,5 g/ dl →4 – 5,2 g/ dl
·Malnutrisi tanpa komplikasi: kurus. Penampakan kurus
NI – 5.3
Kekurangan intake protein - energi
·Ksulitan memperoleh makanan karena keadaan ekonomi
·Intake energi tidak mencukupi dari dietdibandingkan dengan perkiraan/ kebutuhan
·Kurangnya kemampuan dalam menyiapkan makanan
·Pendapatan orangtua pasien kurang untuk membeli makanan yang tepat
Domain Klinis
Problem
Etiologi
Symptom
NC – 2.2
Perubahan nilai laboratorium terkait zat gizi khusus
·Ganguan fungsi organ lain akibat perubahan biokimia
·Hb rendah (10 g/dl) → anemia
·Albumin rendah (3,5 g/ dl) → hipoalbuminemia
·Kolesterol (322 mg/dl) à hiperkolesterolemia
NC – 3.1
Berat badan kurang
·Pola makan salah
·Intake energy kurang
·Keterbatasan mendapatkan makanan
·IMT 27,72 kg/m2 → IMT 25-29,9 kg/m2 (Obesitas I)
·BB actual 82 kg → BB actual > BBI 64,8 kg
Domain Perilaku
Problem
Etiologi
Symptom
NB – 1.4
Kurangnya kemampuan memonitor diri sendiri
·Kurangnya pengetahuan mengenai masalah-masalah gizi
·Asupan makan kurang dari kebutuhan
IIIINTERVENSI
III.1Tujuan
1.Memberikan makanan adekuat untuk meningkatkan berat badan normal.
2.Memberikan makanan tinggi energi dan protein secara bertahap sesuai dengan kemampuan pasien untuk mencapai keadaan gizi optimal.
3.Menurunkan asupan kolestrol dari makanan.
4.Memperbaiki kerusakan jaringan atau luka pada paru.
5.Meningkatkan kadar Hb.
6.Menetralkan neuritis.
7.Mencegah dehidrasi.
III.2Prinsip/ Syarat Diet
1.Energi cukup sesuai kebutuhan Energi 150 kkal/kg BB/ hr.
2.Protein cukupdiberikan protein 4 g/ kg BB/ hr.
3.Lemak rendahdiberikan 20 % dari kebutuhan energi total yaitu sebesar 35,3 gram.
2.Sumber protein hewani : daging empuk, ayam, ikan direbus, ditumis, diungkep, dipanggang; telur direbus, ditim, diceplok air, didadar, dicampur dalam makanan dan minuman.
3.Sumber protein nabati : tempe, tahu ditim, direbus, ditumis, pindakas.
4.Lemak : margarine dan mentega; minyak dalam jumlah terbatas untuk menumis, mengoles dan setup.
5.Sayuran : sayuran rendah serat dan sedang seperti: kacang panjang, buncis muda, bayam, labu siam, tomat masak, wortel direbus, dikukus, ditumis.
6.Buah-buahan : semua sari buah; buah segar yang matang (tanpa kulit dan biji) dan tidak banyak menimbulkan gas seperti: papaya, pisang, jeruk, avokad, nenas.
7.Bumbu : garam, salam, laos, kunyit, kunci dalam jumlah terbatas.
2.Sumber protein hewani : daging berserat kasar (liat) serta daging, ikan, ayam yang diawet, digoreng; daging babi; telur ceplok/ digoreng.
3.Sumber protein nabati : kacang merah serta kacang-kacangan kering seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, dan kacang tolo.
4.Lemak : minyak untuk menggoreng, lemak hewani, kelapa dan santan.
5.Sayuran : sayuran berserat tinggi seperti daun singkong, daun katuk, daun papaya, daun dan buah melinjo, oyong, pare serta semua sayuran yang dimakan mentah.
6.Buah-buahan : buah-buahan yang dimakan dengan kulit, seperti apel, jambu biji dan pir serta jeruk yang dimakan dengan kulit ari; buah yang menimbulkan gas seperti, nanas, kedondong, durian, nangka.
7.Bumbu : cabe, bawang, merica, cuka, dan sebaginya yang tajam
8.Minuman kopi dan the kental; minuman yang mengandung soda dan alcohol.
III.6Diskripsi Terapi Diet
Masalah gizi
Indikator
Tujuan
Implementasi
·Anemia
·BB yang kurang
·Hipoalbuminemia
·Hiperkolesterolemia
·Kurangnya pengetahuan mengenai gizi dan makanan
·Hb = 10 gr/ dl
·BBA =10.6 kg
·BBA = 20 kg
·Albumin 3,5 mg %
·Kholesterol 322 mg %
·Data kebiasaan makan anak yang salah.
·Mencapai kadar Hb normal 12-14g/ dl
·Mencapai BB normal
·Mencapai kadar albumin normal 4-5,2 g/ dl
·Mencapai kadar kolesterol normal
·Memperbaiki kebiasaan makan anak yang salah.
·Memberikan makanan sumber Fe dan pendukungnya
·Memberikan diet yang sesuai dengan kebutuhan
·Memberikan makanan tinggi protein.
·Memberikan diet yang sesuai dengan kebutuhan
·Memberikan makanan rendah lemak
·Memberikan edukasi tentang makanan yang seharusnya dikonsumsi oleh anak sesuai umur kepada orang tua.
III.7Rencana Penyuluhan Dan Konsultasi Gizi
·Topik
Makanan Tinggi Energi Tinggi Protein dan Menu Seimbang
·Sasaran
Pasien dan keluarga
·Tujuan Penyuluhan/Konsultasi Gizi
1.Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang Makanan Tinggi Energi Tinggi Protein dan Menu Seimbang.
2.Memperbaiki status gizi pasien.
3.Memberikan contoh bahan makanan yang dianjurkan dan yang tidak dianjurkan.
·Waktu/Tempat
30 menit/ruang ahli gizi
·Metode
Penyuluhan dan konsultasi
·Alat Peraga
Food model, lembar balik
·Materi Penyuluhan/Konsultasi Gizi
1.Pemahaman dasar mengenai Makanan Tinggi Energi Tinggi Protein dan Menu Seimbang, pola makan dan kebiasaan makan yang baik.
2.Penjelasan mengenai bahan makanan yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan untuk KEP dan TBC.
IVMONITORING
1.Memantau intake makanan, asupan makanan terasup berapa % sesuai kebutuhan pasien.
2.Memantau data antropometri, BB naik berapa %.
3.Memantau hasil pemeriksaan fisik & klinis awal dan akhir.
4.Memantau data pemeriksaan laboratorium HB , albumin , globulin , total protein , alkali phospat , cholesterol , creatinin awal dan akhir.
VEVALUASI
1.Apakah intake makanan sesuai kebutuhan pasien?
2.Apakah terjadi kenaikan BB pasien?
3.Apakah terjadi perubahan hasil pemeriksaan fisik & klinis awal dan akhir?
4.Apakah terjadi perubahan hasil pemeriksaan laboratorium HB , albumin , globulin , total protein , alkali phospat , cholesterol , creatinin awal dan akhir?
5.Setelah dilakukan penyuluhan dan konseling gizi apakah pasien memahami dan mengerti Makanan Tinggi Energi Tinggi Protein dan Menu Seimbang?
6.Apakah pasien sudah memahami, mengerti melaksanakan diet yang diberikan?