12 Juni 2009

PENATALAKSANAAN DIET SALURAN CERNA BAGIAN ATAS (DIARE)


KASUS PENATALAKSANAAN DIET DIARE


Identitas Pasien

v Umur : 75 tahun

v Jenis Kelamin : Perempuan


I. Data Subyektif

ü RPS : buang air besar 7x / hari dengan konsentrasi cair, kadang berbuih.

ü Keluhan : perut sakit sekali, melilit dan tidak ada selera makan.


II. Data Obyektif


A. Pemeriksaan Antropometri

· BB = 42 kg

· TB = 154 cm

· Berat Badan Ideal (BBI) / Ideal Body Weight (IBW)

= (TB – 100) – 10 % (TB – 100)

= (154 – 100) – 10 % (154 – 100)

= 48,6 kg

· Indeks Massa Tubuh (IMT) / Body Mass Index (BMI)

= 42

(1,54)2

= 17,71 kg/m2 → underweight

· Berat Badan Relatif (BBR) / Relatif Body Weight (IBW)

= 42 x 100 %

154 - 100

= 77,78 % → underweight


B. Pemeriksaan Fisik

· Keadaan umum : tampak lemah, pucat

· Kulit : kering


C. Pemeriksaan Klinis

Pemeriksaan

Hasil

Normal

Tensi

100/ 65 mmHg

140/ 80 mmHg


III. Pengobatan Yang Diberikan

Infuse Asering (Acetate Ringer’s) sebanyak 2000 cc/ hr/ 4 flas/ hr


IV. Assesment

· Penyakit : Diare

· Hipotensi


V. Masalah/ Diagnosa Gizi


A. Domain Intake

Problem

Etiologi

Symptom

NI – 2.1

Kurang intake makanan/ minuman oral

· Kurangnya kemampuan memenuhi bahan makanan, (terbatasnya makanan yang diberikan untuk golongan manula)

· Kurangnya pengetahuan terhadap kecukupan kebutuhan makanan dan minuman oral

· Data fisik yang ditemukan: tampak lemah, pucat, kulit kering.


B. Domain Klinik

Problem

Etiologi

Symptom

NC – 2.2

Perubahan nilai laboratorium terkait zat gizi khusus

· Gangguan pembuluh darah

· Tensi 100/ 65 mmHg

→ tensi <>

NC – 3.1

Berat badan kurang

· Pola makan salah

· Intake energi kurang

· Keterbatasan mendapatkan makanan

· BB 42 kg → BB <>

· IMT 17,71 kg/m2

IMT <>2


C. Domain Behavioral/ Environmental

Problem

Etiologi

Symptom

NB – 3.1

Intake makanan yang tidak aman

· Kurangnya pengetahuan tentang makanan yang tidak aman

· Diare → buang air besar 7x/ hari dengan konsentrasi cair, kadang berbuih


VI. Perencanaan Terapi Diet


A. Tujuan

1. Menghindari resiko dehidrasi dan kekurangan elektrolit.

2. Mempercepat pengeluaran bakteri, bacillus, dll.

3. Mengurangi percepatan peristaltic usus besar.

4. Memberikan makanan sesuai kebutuhan gizi yang sedikit mungkin meninggalkan sisa sehingga dapat membatasi volume feses, dan tidak merangsang saluran cerna.

5. Memberikan makanan yang adekuat untuk meningkatkan BB dan mencapai status gizi optimal.

6. Memenuhi kebutuhan cairan.


B. Prinsip/ Syarat Diet

1. Energi cukup diberikan 2161,10 kkal.

2. Protein cukup diberikan 15 % dari kebutuhan energi total yaitu sebesar 81,04 gram.

3. Lemak sedang diberikan 20 % dari kebutuhan energi total yaitu sebesar 48,02 gram.

4. Karhohidrat cukup diberikan 65 % dari kebutuhan energi total yaitu sebesar 351,18 gram.

5. Natrium sedang yaitu 2300 mg (setara dengan 5 gram garam dapur), karena natrium dapat memicu hiperkalsiuria.

6. Menghindari makanan berserat tinggi dan sedang sehingga asupan serat maksimal 8 g/ hari.

7. Menghindari susu, produk susu, dan daging berserat kasar (liat).

8. Menghindari makanan yang terlalu berlemak, terlalu manis, terlalu asam, dan berbumbu tajam.

9. Makanan dimasak hingga lunakdan dihidangkan pada suhu tidak terlalu panas dan dingin.

10. Makanan sering dan diberikan dalam porsi kecil.


VII. Macam Diet/ Bentuk Makanan

Diet rendah sisa/ Makanan lunak


VIII. Perhitungan Kebutuhan Gizi


A. Kebutuhan Energi

· Besaran energi yang diperlukan untuk memenuhi metabolism basal (Basal Energy Expenditure/ BEE)

BEE = 655 + (9,6 x BB) + (1,8 x TB) – (4,7 x U)

= 655 + (9,6 x 42) + (1,8 x 154) – (4,7 x 75)

= 982,9

· Jumlah total kebutuhan energy (Total Energy Expenditure/ TEE)

TEE = BEE x Faktor aktivitas x Faktor injury

= 982,9 x 1,3 x 1,3

= 1661,10 kkal

Tambahan untuk menaikkan BB = 1661,10 kkal + 500 kkal

= 2161,10 kkal

Range kebutuhan energi : 2053,05 – 2269,16 kkal


B. Kebutuhan Protein

15 % x 2161,10 = 324,17 kkal = 81,04 gram

4

Range kebutuhan protein : 76,99 – 85,09 gram


C. Kebutuhan Lemak

20 % x 2161,10 = 432,22 kkal = 48,02 gram

9

Range kebutuhan lemak : 45,62 – 50,42 gram


D. Kebutuhan Karhohidrat

65 % x 2161,10 = 1404,72 kkal = 351,18 gram

4

Range kebutuhan KH : 333,62 – 368,74 gram


IX. Makanan Yang Boleh/ Tidak Boleh Diberikan

Makanan Yang Boleh Diberikan

Makanan Yang Tidak Boleh Diberikan

1. Sumber KH : beras dibubur/ ditim; kentang direbus; macaroni direbus; roti dipanggang; krekers; tepung-tepungan dibuat bubur/ pudding.

2. Sumber protein hewani : daging empuk, ayam, ikan direbus, ditumis, diungkep, dipanggang; telur direbus, ditim, diceplok air, didadar, dicampur dalam makanan dan minuman.

3. Sumber protein nabati : tempe, tahu ditim, direbus, ditumis, pindakas.

4. Lemak : margarine dan mentega; minyak dalam jumlah terbatas untuk menumis, mengoles dan setup.

5. Sayuran : sayuran rendah serat dan sedang seperti: kacang panjang, buncis muda, bayam, labu siam, tomat masak, wortel direbus, dikukus, ditumis.

6. Buah-buahan : semua sari buah; buah segar yang matang (tanpa kulit dan biji) dan tidak banyak menimbulkan gas seperti: papaya, pisang, jeruk, avokad, nenas.

7. Bumbu : garam, salam, laos, kunyit, kunci dalam jumlah terbatas.

8. Minuman teh encer.

1. Sumber KH : beras ketan, beras tumbuk/ merah, roti whole wheat, jagung, ubi, singkong, talas, tarcis, dodol dan kue-kue lainyang manis dan gurih.

2. Sumber protein hewani : daging berserat kasar (liat) serta daging, ikan, ayam yang diawet, digoreng; daging babi; telur ceplok/ digoreng.

3. Sumber protein nabati : kacang merah serta kacang-kacangan kering seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, dan kacang tolo.

4. Lemak : minyak untuk menggoreng, lemak hewani, kelapa dan santan.

5. Sayuran : sayuran berserat tinggi seperti daun singkong, daun katuk, daun papaya, daun dan buah melinjo, oyong, pare serta semua sayuran yang dimakan mentah.

6. Buah-buahan : buah-buahan yang dimakan dengan kulit, seperti apel, jambu biji dan pir serta jeruk yang dimakan dengan kulit ari; buah yang menimbulkan gas seperti, nanas, kedondong, durian, nangka.

7. Bumbu : cabe, bawang, merica, cuka, dan sebaginya yang tajam

8. Minuman kopi dan the kental; minuman yang mengandung soda dan alcohol.

X. Monitoring Dan Evaluasi


A. Monitoring

a. Data klinis → tekanan darah.

b. Fisik → keluhan lain.

c. Antropometri → perubahan BB.

d. Dietary → besar asupan makan pasien dan daya terima


B. Evaluasi

a. Peningkatan tekanan darah mencapai normal.

b. Berkurangnya keluhan pasien.

c. Berat badan mencapai berat badan ideal.

d. Besar asupan makan dan daya terima pasien baik.


XI. Diskripsi Terapi Diet

Masalah Gizi

Indikator

Tujuan

Implementasi

Pilihan terhadap makanan/minuman yang kurang benar

Diare dengan buang air besar 7x / hari dengan konsentrasi cair, kadang berbuih

Mengurangi percepatan peristaltic usus besar

Diet rendah sisa/ bentuk makanan lunak

Berat badan kurang

BB = 42 kg

→ BBI = 48,6 kg

Meningkatkan BB mencapai BBI

Asupan cukup zat gizi sesuai kebutuhan


XII. Perencanaan Menu Sehari

Waktu

Menu

Bahan

Penukar

Nilai Gizi

E

(kal)

P

(gr)

L

(gr)

KH

(gr)

Makan Pagi

Bubur

beras

1 p

180

3,4

0,34

39

Telur ½ masak

telur

1 p

81

6,4

5,8

0,4

Terik tahu

tahu

1 p

34

3,9

2,3

0,8

Ca kailan

kailan + wortel

1 p

54,6

1,8

2,8

6,7

Buah

pepaya

1 p

46

0,5

0

12

Susu

susu + gula

1 p

163,2

10,7

0,3

30

Snack Pagi

Bubur kc. hijau halus

kc. Hijau + gula + santan

1 p

256,1

7,7

5,4

46

Makan Siang

Bubur nasi

beras

1 p

180

3,4

0,3

39

Ayam rebus saus jamur

ayam + jamur

1 p

170,2

11,5

12,6

9,7

Tahu pepes

Tahu + telur bag. putih

1 p

39

5

2,3

0,9

Sayur bayam

bayam + labu siam

1 p

34

2,9

0,4

6,5

Jus jeruk

jeruk + gula

1 p

99,6

0,9

0,2

26

Snack Siang

Puding labu kuning

labu + gula

1 p

69,3

0,6

0,2

17

Makan Malam

Bubur nasi

beras

1 p

180

3,4

0,3

39

Bola-bola daging

daging sapi + telur + roti

1 p

144,5

11,1

8,3

5,1

Tahu bumbu tomat

tahu + tomat

1 p

44

4,4

2,4

2,9

Sup sayuran

wortel + buncis

1 p

38,5

1,8

0,25

8,6

Jus semangka

semangka + gula

1 p

82,6

0,5

0,2

20,9

Snack Sore

Bolu kukus

Tepung terigu + telur + gula

1 p

188,4

4,6

2,1

37

Total

2085

84,31

46,6

349


XIII. Rencana Konseling Gizi

ü Tempat : Ruang rawat inap

ü Waktu : 30 menit

ü Sasaran : Pasien dan keluarga

ü Metode : Penyuluhan dan konsultasi

ü Topik : Diet rendah sisa dan makanan lunak

ü Tujuan :

1. Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang diare, diet rendah sisa dan makanan lunak.

2. Memperbaiki status gizi pasien.

3. Memberikan contoh bahan makanan yang dianjurkan dan yang tidak dianjurkan.

ü Manfaat :

1. Agar pasien mengetahui dan mematuhi terapi diet yang diberikan.

2. Agar keluarga pasien dapat membantu kesembuhan pasien.

ü Materi :

1. Pemahaman dasar mengenai pola makan dan kebiasaan makan yang baik.

2. Penjelasan mengenai infeksi saluran cerna atas, diare, diet rendah sisa dan makanan lunak.

3. Penjelasan mengenai bahan makanan yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan untuk penyakit infeksi saluran cerna atas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar